Alumni Mengajar Diikuti 710 Maba Baru

08 Agustus 2017

 

Surabaya – IKA FISIP UNAIR

Alumni FISIP Unair kembali ke kampus dalam acara Alumni Mengajar, Selasa, 8 Agustus 2017. Setidaknya ada sepuluh alumni yang terlibat dalam kegiatan Alumni Mengajar ini. Sebanyak 710 mahasiswa baru (maba) hadir dalam acara yang dibagi dalam tiga kelas ini. Kelas Maba 1 dan 2 digelar di Gedung A FISIP Unair. Sedangkan Kelas Maba 3 di Gedung C Soetandyo Center Jl Dharmawangsa Dalam, Surabaya.

“Selamat bergabung di FISIP Unair. Kalian semua adalah bibit yang harus dikembangkan,” ujar Dimas Agung, salah satu alumnus Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) angkatan 2009. Ia juga berkisah, meski di S-1 ia menghabiskan waktu 5 tahun, namun ia berhasil membalasnya dengan lulus 1,4 tahun saat menempuh magister di PSDM. Dimas kini menjadi peneliti di Lembaga Penelitian dan Inovasi Unair.

Sementara, Endri Kurniawati (Sos-1987) menceritakan pengalamannya di bangku kuliah.  “Di FISIP saya temukan hobi baru, menulis. Hobi inilah yang mengantarkan saya menjadi wartawan sampai saat ini,” ungkap wanita yang bekerja di Tempo.

Sedangkan Dwi Eko Lokononto mengatakan bahwa dengan gizi lebih baik daripada generasi di jamannya. “Sudah seharusnya kalian bisa menjadi lebih generasi yang luar biasa. Saya juga berpesan jangan jadi generasi copy paste. Harus mengembangkan pemikiran tersendiri,” jelasnya.

Dwi Eko Lokononto atau Lucky, demikian panggilan alumnus Ilmu Politik 1983, adalah owner portal beritajatim.com. Ia sekaligus sebagai pemilik Portal Jatim Comm, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi, konsultan,  dan EO.

Beberapa alumni yang akan hadir dalam acara Alumni Mengajar ini di antaranya adalah Syamsul Ma’arif (AN 1983). Syamsul Ma’arif adalah komisaris utama Gama Group Companies. Ia juga menjabat ketua Sekolah Tinggi Kepelabuhanan Stiamak Barunawati, Surabaya. “Jadilah mahasiswa yang efektif. Banyak berdoa dan patuhi orangtua,” jelasnya.

Selain mereka berdua juga ada Eddy Roesdiono (Sos-1982). Eddy pernah menjadi penyiar Radio Nederland Suara Indonesia di Hilversum, Belanda. Pria ramah ini juga menjadi dosen Bahasa Indonesia di Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Bangkok, Thailand. Kemudian, ada Andik Fadjar Tjahjono. Selain sebagai ketua umum Ika FISIP Unair, ia juga menjabat sebagai kabid kelembagaan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Beberapa alumni lainnya yang iku adalah Bustomi, alumnus HI 2006. Ia adalah owner Aku Bisa Tour & Travel dan cakrawarta.com. Selain itu, Tomi, demikian akrab ia dipanggil adalah penulis Salimisten: Pemikiran Politik (Luar Negeri) Haji Agus Salim. Kemudian, ada Endri Kurniawati (Sos-87), wartawati senior Tempo yang juga penulis buku Kehidupan Kedua: Memoar Penyintas Kanker. Kemudian, Zainal Abidin Achmad, dosen Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur yang juga konsultan komunikasi dan public speaking. Selain itu, ada Hana Septiana, alumnus Ilmu Politik angkatan 2013 yang baru saja lulus di Juli 2017.

Acara ini merupakan kali kedua, setelah di tahun 2016 lalu para alumni menggelar kegiatan yang sama. Acara ini juga bekerja sama dengan BEM FISIP Unair dan dekanat.(riz) 

 

 

 

Agenda

Indeks +